Archive

Archive for April, 2010

RDP para bedebah

April 30, 2010 Leave a comment

Omongan waras ttg RDP DPR-KPK kemarin.

Berita2 menjengkelkan siaran langsung anak2 arogan di DPR yg tidak mewakili rakyat – terkadang juga tidak mewakili partai mereka, hanya mewakili syahwat masing2 untuk berkuasa dan nyeleb – meng interogasi ketua2 KPK.

TVOne dan Metro dengan setia membawakan suara bedebah2 itu, membuat insinuasi2 ke Boed & Sri seolah kenyataan. Mengipas2 kasus2 fitnah seolah kebenaran, mengatakan kasus2 kejahatan2 sesungguhnya (misbakun misalnya, tokoh hitam kasus century yg sesungguhnya, bersama RT dan 9 perusahaan LC bodong lainnya) seolah benar.

Berita berikut ini, di Detik news, dilansir oleh tokoh anti-korupsi Pukat UGM (tempat Denny dulu bercokol sebelum jadi jimat SBY).

http://www.detiknews.com/read/2010/04/30/073529/1348266/10/pertanyaan-tendensius-dpr-tak-boleh-intervensi-kpk

Jumat, 30/04/2010 07:35 WIB
RDP Komisi III – KPK
Pertanyaan Tendensius, DPR Tak Boleh Intervensi KPK

Bagus.
Masih ada orang2 waras, mikir, dan tidak berpikiran jahat – di Jogja lagi (tempat yg biasanya ‘second class’ terhadap jakarta, dan orang2 nya sudah merasa sangat berbahagia jika sekedar di sapa oleh bedebah2 dari jakarta).

Mendengar RDP DPR kemarin, memang 2 hal yg sangat menonjol:
1. Anggota2 DPR (termasuk gedibal2 PD nya SBY) membawa ‘agenda’ detail kasus perkasus. Dengan nada arogan spt biasanya. Dalam hatiku, lha ini kan percis yg dilakukan oleh para markus perkara ? Markus banyak yg punya kuasa terhadap para pejabat yg ‘dipiara’ nya — lihat saja peran sigit terhadap antasari, atau syahril djohan terhadap kombes2 polri, termasuk ehm ehm – si 2G.
Anggota2 DPR ini bertingkah markus! Bukan menggayus (gayus adalah ‘piaraan markus’ – mungkin kita perlu punya bahasa baru), tetapi menyigit atau menjohan.
Dan itu kriminal! kriminal jangka pendek, cash basis.

2. Yang kedua adalah pengobokan jangka panjang, intervensi atau meng-acak2. Seperti ditulis oleh Zaenal Arifin Mochtar dari pukat UGM diatas:

Pakar hukum tata negara di UGM ini mengatakan, ia setuju apabila pertanyaan DPR mengenai Standar Operation Procedure (SOP) KPK dalam konteks untuk memperbaiki kinerja KPK, bukan untuk mengacak-acak atau mengintervensi. Sebab meskipun KPK merupakan lembaga yang bisa membuat peraturannya sendiri, namun perlu saling berbagi dengan DPR untuk saling memperbaiki kinerja.

Kukatakan langsung, mendengar kata2 arogan anggota DPR itu langsung, bahwa jelas itikad mereka mengacak2 – terutama omongan ttg menunjuk Plt Ketua, minta data2 pribadi pimpinan dan penyidik KPK. Jelas jaga2 agar pada saat mereka sendiri di interogasi KPK saat korup mereka terbongkar, mereka punya data.

Jawaban yg seharusnya diberikan kepada anak2 arogan di DPR ini benar spt ucapan Mochtar: “shut up!”. DPR tidak berhak mengintervensi KPK. Jangan men-dewa2kan DPR – mereka pelacur2 yg menyewakan mulutnya … cowboys in senayan!

Dengan senjata siaran langsung, DPR mau menaneksasi media. Sebaliknya, ini bisa jadi senjata balik – dengan siaran langsung ini pula tampak jelas bahwa anggota2 DPR ini banyak yg merupakan orang2 arogan berotak kosong berjiwa bedebah.

Misbakun itu adalah simbol keseluruhan pansus Century. Bedebah ini bukan hanya merampok uang century melalui LC bodong nya – tidak cukup diapun memfitnah bekas pimpinan nya di dept pajak – Sri Mulyani — yg memecat hadi-p boss preman misbakun, menggunakan bank century itu sendiri!

Ini persis orang yg merampok sebuah rumah kemudian menuduh orang lain sebagai perampok nya, dia sebagai pimpinan penuduh nya. Dan yg paling mengerikan di negeri bedebah ini — usaha rendahan bedebah ini -hampir – berhasil!!

Dan sampai sekarang pun masih terus diusahakan!

Mengingat bahwa misbakun ini bekerja sama dengan Buntoro yg konsultan pajak dan teman Robert Tantular (RT) – bahkan PT SPI nya itu ‘beli’ dari buntoro coro ini — maka investigasi pajak Bank century dibawah RT itu jelas2 pekerjaan yg perlu dan menarik.

Lalu, apakah tokoh2 DPR ini juga tidak ada masalah pajak? Apa mereka punya NPWP? Ini semua info relevan mengingat mereka juga gencar sekali mengobok2 kasus paulus untuk di kait2kan dengan Sri ?

Bedebah semua di DPR. Oposisi bedebah2, bahkan dari PD yg muncul juga rata2 manusia rendah. Jelas tidak semua anggota DPR serendah itu (I hope, at least) — tetapi yg pegang mikropon jelas rata2 bedebah. Mungkin anggota DPR yg waras kalah bersaing …

Advertisements
Categories: Uncategorized Tags:

Susno dan korupsi dua-ji

April 13, 2010 Leave a comment

Susno ini memang “belum 3G” artinya, sebagai pejabat dia masih tetap bersemangat orba – dengan segala cara memperoleh, mempertahankan, mendapat jabatan2 bergengsi.

Hari2 terakhir ini, Indonesia dipermainkan secara emosional oleh aktor murahan ini, apakah SD polisi jahat? whistle blower? orang baik yg dituduh salah? orang licik yg berpura2 baik?

Sampai langkah geger kemarin, digrebeg didepan wc bandara (inget kan tangga ke wc itu – biasanya anda2 masih membereskan retsleting pas disitu!) oleh provost, lalu disorot tv habis2an. Katanya mau ‘berobat’ (di Mt E?!?) kok ndak boleh.

Kemudian hari ini, kita tahu bahwa sang “mr.X” alias markus ratusan M (bukan gayus yg level 20an M) si SJ balik dari Perth, eh dari Singapura!

Lhah, SD mau ketemu SJ?

Segalanya mungkin, yang tidak mungkin adalah asumsi2 naif (spt SD mau berobat, atau Nn ‘sakit lupa’ – semua di singapura, ingat tempat anggoro bertemu SD seabad yl ….).

Saat ini semua menyewa pengacara – atau pengacara2 menyewakan dirinya sendiri ke kasus2 besar — sampai engkong buyung juga tidak tahan membiarkan duit em2an bersliweran masuk kantong engkong OC – hingga ikut2an mbabu.

Semua tokoh ‘nyeleb’ – dari seleb ndangdutan jupe mau jadi bupati sampai anggota depe-er nyeleb mbacot sebarangan asal disorot.

SD juga sedang nyeleb.  Orang ini agaknya benar2 vivere-pericoloso — daripada lenyap ke kampung veteran, dia mbabi-budeg segala cara – sokur2 jadi kapolri (atawa ketua KPK!!!) – sial2nya ya jadi dpr ..

MBabi buntung nyrempet2 kiri kanan atas bawah, lha wong polri sama kaya jaksa, sama kehakiman, asal waras ya mesti punya banyak data markus sampai maling dan garong.  Yang susah – problem yg sama sejak jaman soeharto — adalah memilah2 mana kasus yg bisa dipake agar beken nyeleb – mana yg malah njeblosin diri sendir, mana pula yg nyemprot tai ke atasan (sesuai pepatah: seperti kencing melawan angin …).

Biasanya kemampuan me-milah2 ini diluar kemampuan manusia korup biasa — entah apa yg membuat SD merasa dia bisa njoged ini.  Waham kebesaran? most likely. Orang ini merasa dirinya bisa melakukan hal2 yg ‘orang biasa’ tidak bisa, spt karirnya.  Jawaban sesungguhnya adalah karena dia ada di institusi orang gila (polri) jadi asal nyogok njilat dan memarkusi (dan dimarkusi – markuses and markused) yg tepat maka seekor anjingpun bisa jadi jenderal ..

Akhirul-kata — njoged nya SD ini bisa bagus, selain bisa membuat banyak maling kerah-putih gerah, juga cukup menghibur, jauh lebih lucu daripada acara dalang-wagu di teve itu.

Peran satgas-mafia hukum, Denny I – bisa sangat penting.  Denny tulang baik, dan masih tidak jelas dia maunya disogok apa (moga2 tidak mau apa2), duit, jabatan atau seleb. KPK sendiri sangat disayangkan, di grogoti anak-e bibit — sial tenan.

Hal bagus lain, perkara2 bajingan2 ini membuat pansus centuri yg gendheng pol itu jadi tidak laku.

Asal kita jangan ikut2an keblinger dengan menganggap bahwa SD ‘berubah jadi baik’. Past point of no return dia!

Kakaknya ernie-johan ini, yg lagi2 juga sedulur sama icalz – pedagang warez itu — tangkapan lomayanan hari2 ini.  Kurasa, sudah saat nya bajingan2 yg kaya raya dari nepu bangsa memble ini dipermalukan di telanjangi (beberapa saja kok! ndak bisa semua!).

Oya, hukuman buat koruptor2 ini jangan hukuman mati – tetapi kita harusnya ‘hit where it hurts’ – mereka korup mau cari apa? duit, nyeleb, kekuasaan.  Nah itu semua yg diambil, terutama duit. Bagaimana jika didenda 5 – 10 kali lipat nilai korupnya, dan jika kekayaannya tidak cukup maka dihitung dia perlu dana berapa untuk menghidupi keluarga batihnya sesuai rate pegawai negeri terendah, dana sebesar itu disisihkan untuk dirinya sampai umur 90, anaknya sampai umur 21 tahun, sisanya disita negara?

itu yg terpenting, imbuh2nya bisa di permalukan ala korsel – disuruh nyapu jalanan publik misalnya.  Tapi duit itulah yg paling penting, jelas terukur dan paling sakit.

Categories: Uncategorized