Home > Uncategorized > Munas PD dan Kepemimpinan Indonesia kini

Munas PD dan Kepemimpinan Indonesia kini

 

 

UPDATE 2012:  Seluruh isi tulisan ini tidak akurat, munas PD sama korupnya spt munas Golkar.  Terlalu optimistik, wishful thinking. PD sama spt Golkar hanya lebih amatir dan kere2.

 

Munas PD dan Kepemimpinan Indonesia kini

Munas PD kemarin, menunjuk Anas Urbaningrum (AU, 41) sebagai ketua umum adalah sebuah tonggak baru dalam politik Indonesia. Ini adalah munas partai besar pertama, yg benar2 bersih demokratis. Proses pemilihan benar2 transparan, dan ketegangan terjaga sampai detik terakhir bak Indonesian-Idol. Bukan negosiasi di belakang layar dan dagelan hambar di publik.
Dan bukan jual beli suara spt Munas GOlkar amburadul maksimum (masih kutunggu penyelidikan KPK – yg tidak mungkin terjadi – mengusut sogokan 1M persuara ke banyak pejabat2 negara itu)

Demokrasi yg sesungguhnya.
Sebelum kita gembor2 me-muji2 PD – banyak catatan harus diberikan disini.
Proses pemilihan PD ini demokratis, bukan berarti bahwa manusia2 PD ini sudah ‘advanced’ demokrasi nya. Proses di ujung ini menjadi demokratis, karena sabda (atau tiadanya sabda) sang-prez SBY.

Otak para kongres PD ini jelas2 – sama spt di PDIP kurang lebih – menunggu sabda si blendug. Ternyata sabda tidak diberikan, dan komentar2 yg semula berbau standar ttg pemilihan harus bebas tanpa pengaruh ternyata benar2 dimaksudkan demikian. Begitu kesadaran ini merasuk, maka pemilihan jadi lancar. AM tidak mendapat dukungan, AU dan MA kejar2an.

Seandainya saja – spt insinuasi selama kampanye, dg gabungnya ibas dan diamnya sby — sby menunjukkan sedikit saja “kedip2”, misalnya “ehm, ehm .. sudah saat nya kepemimpinan dari luar jawa..” pasti kongres ber-bondong2 nyoblos AM.

Jadi, kejadian demokratis dan bagus ini, tidak seluruhnya dilandasi oleh olah pikir konstituen yg sudah maju. Tidak. Mereka tetap menunggu sabda SBY – yg oleh berbagai sebab tidak turun. Implisit sabda nya adalah: cobloslah secara demokratis. Itu yg mereka lakukan.

Apakah ini berarti kejadian ini palsu dan tidak berguna? Tidak juga. Apapun alasannya, kejadian kemarin menjadi tonggak dalam artian: bangsa ini bisa juga voting demokratis. Sama spt KPK membuktikan bahwa koruptor bisa di tangkap (walau akhirnya kita lihat rata2 koruptor ya tidak ketangkap). Tidak berarti semua partai / ormas (bayangkan JAT nya ABB ngriku!!) mulai besok akan demokratis – vox populi vox dei. Tidak. vox dei akan tetap vox dei.

Tetapi, mulai besok jika ada ormas gembor2 demokrat (apalagi disebut di namanya) lalu mengatakan “beginilah demokrasi melayu” sambil nego di belakang layar dan bagi2 sogokan — kita bisa mengatakan “tidak”. Ada yg bisa demokrasi, PD.

Itu prosesnya. Hal yg paling penting.

Berikutnya, adalah mengapa? Why? ‘Ngapa SBy berbuat ‘nyleneh’ spt ini? Mengapa tidak paksa2 spt MW, atau sogok2 spt Cklz (= cakilz yg sekrang rahang pendek = Icalz)?

Sogok2 kurasa SBY tidak mampu. Nego2 dia jago. Why?
Lalu, kesan semula AM di dorong – anak bugis ini dengan blingsatannya berperan sangat mulus sebagai anak-gila-kaya, percis spt kakaknya yg dulu yak2o nyaprez.
Gencar, gebyar, gila2an, gokil, guwe kaya lo siape?

Didukung ibaz pula. Dan tak ada teguran barang segoyang dari sby.
Singkat kata, tampaknya seolah AM di dorong (atau setidaknya dibiarkan) untuk maju sebagai sang butho bedigasan (=tokoh jahat bertindak tidak sopan, peran antagonis jelas) dalam munas ini, menarik perhatian sebagai tokoh jahatnya, lalu dibantai dalam proses demokrasi beneran.

Cerdik khan? Plot ini ada thema “jual teman” – “jeblosin orang tidak tau diri”, selain juga menarik media dan twisted-end-plot – yg ada miripnya dengan karakteristik SBY.
Ini misteri politisnya.

Apakah semua ini disengaja? atau kebetulan? Spt halnya dulu komentar2 mubarok yg in hindsight cerdas, tampaknya ada suatu pola disini.

Apa yg dituju SBY? Ya yg kusebut diatas – membangun tonggak demokrasi – secara gebyar dengan “memberi pelajaran” AM si bugis yg mulai kurang ajar. Apa maksudnya? Juga dijawab mubarok dalam wawancara tv: SBY tahun 2014 akan jadi sekjen pbb.

Ini adalah “sangu” untuk sekjen – bukan lagi politik kampung neh!
“I am the person who mandated the first real democratic party election ….” kalimat ini bisa disemat. Buat Icals (dan pbw, bwk, wrt, mw etc dll) kata2 begitu blas gak pake .. hanya sby yg bisa pake.

Sampai disini membuatku tertegun. SMI ‘dikirim’ ke Washington, apa juga dititipi?

In any case. Aku tidak percaya ada pemimpin Indonesia saat ini yg benar2 memikirkan kepentingan rakyat banyak. Selalu ada kepentingan2 pribadi. Jadi niat selalu jelek, terutama karena banyak kegiatan yg tidak bisa ‘disambi’ – sambil menyejahterakan rakyat sambil numpuk duit. Tetapi tujuan sby yg ingin jadi sekjen PBB ini bisa2 merupakan pertama kali nya ada koherensi (kesamaan tujuan) praktis antara kepentingan rakyat dan kepentingan pribadi.

Dan apapun alasannya – ini hal yg dilupakan rata2 ulama, apapun alasannya – tindakan publik yg baik akan membawa akibat baik. Spt kusebut diatas, walaupun tindakan PD /sby ini berlandaskan niat pribadi yg jelek pun, tindakan nyata mengijinkan suatu proses pemilihan ketum secara adil dan sesuai kehendak pemilih –> akan berakibat baik pada demokratisasi Indonesia.

Itu sebabnya, proses pemilihan ketum PD ini merupakan hari baik bagi Indonesia — bukan munas golkar dulu yg merupakan hari kelam dengan di baginya duit haram ke pemilih (.. spt umumnya pemilihan di Indonesia).

24/05/2010

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: