Strategi penyerangan tim hitam

December 20, 2009 Leave a comment

Semakin dibaca, sampai sejauh ini – semakin terlihat ada semacam kolaborasi dalam serangan pansus BC ini, satu kelompok tim hitam (parpol2 oposisi, plus mereka2 yg ingin merebut PAN dan PKB, ormas dan lsm) menyerang tim putih (B&SM beserta teman2 nya – belum tentu didukung oleh PD).

Kronologi kasar

1) pembukaan isu2 neolibs. Pemeran utama: drajad (PAN) dan KKG (PDIP). KKG melepas isu “profesor kodok”, drj menyerang SM

2) demo2 jalanan mendiskreditkan B&SM –> emotional attack “6.7T uang rakyat” yg sangat sukses. Media massa juga di pasang aktif.

3) launch “audit BPK” yaitu summary report oleh hadi-p ketua BPK ex-dirjen pajak dan BIN, sponsor pdip. Legitimasi tuduhan2. Walau jelas2 bagian besar dari tuduhan bpk ini BUKAN ke Bud (&SM) tetapi dibuat insinuasi kesana.

4) partai2 melepas masing2 bulldog2 nya, tim9 — adalah tim koordinasi partai2 ini. Ada pooling of info, dan koordinasi tindakan — semacam ‘dokumen darmawangsa’ itu walau peserta nya mungkin beda. Yg jelas gerindra adalah think-tank, pdip & golkar sumber data, partai lain menyumbang expert, corong atau massa. Plus massa yg bisa ditunggangi, spt kompak (!)

5) massa jalanan terus di tingkatkan — menuju pansus dpr.

6) penggembosan oleh pidato sby – menyuruh PD bergabung dalam pansus.

7) beda phase, serangan mulai terarah, pertama BS (golkar) launch serangan rekaman RT yg konyol itu – punah setelah tangkisan dari B, kemudian SM juga.

8) serangan pidato pansus BPK cukup telak — serangan ketidak sahihan KSSK – oleh hadi-p. Dan serentetan insinuasi yg cukup berat. Belum benar2 ditanggapi oleh tim putih.

9) hari kedua, PPATK – yg sesungguhnya tidak terlalu menyerang, tetapi lagi2 digunakan untuk sebuah serangan terarah dari hanura: rekening menkeu di BC. Sebuah fakta (benar2 ada) yg mudah di selewengkan jadi fitnah. SM mencoba menggunakan jurus mengelak, tidak terlalu efektif.
Kalau kita nalar, hal2 ini pasti sudah diketahui sejak lama, tetapi di lepas satu2 – di barengi usaha2 demo jalanan terus – untuk menggeser opini massa.

10) serangan yg dianggap mau skak ster – pas sby di kopenhagen (diperhitungakan akan main hati2 dan menunggu pulang baru komen) — langsung menikam ke nonaktif B&SM. Bahasa yg dipakai lunak – tetapi jika benar2 B&SM nonaktif, itu hal kecil secara administratif, tetapi secara politis benar2 kecelakaan besar. Bukti bahwa satu sisi (kelompok anti B&SM) itu “benar”.

Mengapa wakil2 PD di pansus bisa ikutan aklamasi itu memang mengherankan, bisa karena “lugu” spt kata mubarok — kemungkinan kedua instruksi sby yg mau main vivere peri colosi (nyrempet2 bahaya). Dengan memberi angin ke lawan, lalu tahu2 mencabut angin – agar kapal lawan mati angin.

Seperti halnya ucapan mubarok dulu ttg JK, dan PKS – tampaknya memang ahli strategi sby cukup canggih. Kapal pansus sempat mati angin hari ini (minggu). Tentu saja besok akan lahir fitnah baru – namanya juga usaha! – tetapi sampai sejauh ini, sby tetap menguasai papan catur.

Memang melegakan bahwa akhirnya sby juga berkenan menggoyang pantat mengurus problem yg dihadapi kabinetnya ini – tidak menyerahkan segalanya ke anak buah. Dan goyangan sby kali ini terasa efeknya, karena benar. Pansus telah bergerak terlalu jauh, mungkin termakan retorika sendiri hingga mata lepas dari bola.

Set mundur lagi. Minggu depan (besok) akan ancang2 game baru, drajad di panggil pansus tentu rame, kayak manohara di wawancara tvone.

Lalu kurasa akan ada lagi “bocoran2 racun” ke arah B&SM. Hampir yakin bahwa pansus takkan memanggil SM sebelum ada racun dilepas lagi. Memanggil SM ke pansus itu pisau bermata dua – bisa2 sukses jika SM glagepan ttg sesuatu yg tidak bisa jawab. Tetapi bisa juga kerugian bagi pansus, jika SM berhasil menggunakan platform pansus untuk tema dia sendiri.
Jadi, pansus akan memanggil SM hanya setelah cukup amunisi untuk menggorok SM.
Racun2 fitnah itu.

Menarik juga melihat pertandingan edan2an ini- kayak sepakbola desa tim putih (B&SM) melawan hitam (dpr pdip golkar dkk), tidak pakai skill tetapi segala cara fitnah & jegal. Sejauh ini tim putih / B&SM cukup mantap, hanya soal nonaktif ini yg perlu memanggil pelatih utama sby.

Dan sejauh ini serangan2 fitnah itu belum ada yg nyantol – bayangkan sebuah bank swasta ugal2an di Indonesia di teliti habis2an — berapa banyak kasus didalamnya? (semua perusahaan Indonesia selalu ada kasus kalau diteliti benar2 – pajak terutama –> untung pajak kini dikuasai pihak SM / tim putih)

Tentu saja, hal yg juga akan menarik jika tim putih mulai benar2 “bermain” — anak2 muda yg sekarang duduk di dpr itu – misalnya – apa sudah punya npwp?

Sejauh ini tim hitam menghalalkan segala cara — tim putih hanya defensif. Ini bukan strategi jelek, tetapi game tidak harus dimainkan hanya secara defensif.

Hanya, yg membuatku sedih — untuk apa ‘catur politik’ ini bagi kepentingan rakyat banyak?

Tidak ada. Hanya ajang latihan fitnah anak2 muda ….

Advertisements
Categories: Uncategorized Tags:

Kriminalisasi Sri Mulyani.

December 12, 2009 Leave a comment

Sekarang semakin nyata bahwa kasus fitnah2 ke B & SM ini suatu kasus fitnah besar2an. Kriminalisasi. Sama spt kasus Bibit & Chandra di KPK.

Jumat dan Sabtu ini semakin clear.
Anggota pansus Bambang Susatyo (BS) adalah salah satu ‘inisiator’ fitnah2 ini – dan kemarin dia melepas bom yg dia pikir sangat manjur.
Sebuah “transkrip rekaman” (pernah disebut “sadapan” di tvone) percakapan antara SM dan RT (tantular, si kriminal pemilik BC) – yg isinya kata2 kabur – mengisyaratkan adanya kolusi antara SM dan RT. Kata2 yg BS sebutkan seolah meyakinkan ada kolusi:
*
Sri Mulyani:
Ya udah, rapat tertutup sekarang. Ya, Robert.

Robert:
Saya kira ibu rapat tertutup saja dengan catatan, bahwa kesimpulan ini mengakhiri, pasalnya adalah keadaan krisis yang kita hadapi sekarang.
*
Ini digunakan untuk memfitnah SM – seolah ada rekaman ala susno-duaji / lukas atau anggodo yg tentu masih segar di ingatan rakyat awam.

Tuduhan ini disiarkan terbuka.
SM langsung menolak. Bahkan RT juga mengatakan bahwa dia tidak pernah ketemu SM. Memang RT ada di kantor depkeu pada saat2 rapat KSSK 21-21 nov 2008 – tetapi dia tidak pernah di panggil ke lantai 3 tempat rapat.

Tanpa penjelasan tuntas, tentu fakta2 diatas, bahwa RT ada di depkeu, terus ada kata2 SM dan kata2 “RT” (nanti terlihat bukan) – akan membuat keraguan dihati para awam. Mereka bisa percaya bahwa SM setidaknya menyembunyikan sesuatu.

Untunglah Sabtu ini, akhirnya (!) wapres Boed memberikan konperensi pers. Bersama Raden Pardede (RP – sekretaris KSSK). Lalu ada staff depkeu yg menyatakan rekaman sidang KSSK dibuat atas perintah menkeu SM (dibagian awal rekaman ini justru ada ucapan SM mengatakan bahwa keputusan2 dalam sidang2 ini akan direkam, karena harus bisa di justify sampai tahun2 kedepan –> etika profesional ala KPK!)

Bagian Boed memang kalem, memastikan bahwa dia “saksi hidup” – tidak ada RT – please jangan main fitnah. http://www.detiknews.com/read/2009/12/12/132038/1258930/10/boediono-jumpa-pers-soal-rekaman-sri-mulyani-robert-tantular

Penjelasan Pardede (RP) yg paling jelas.

RP juga saksi hidup, dan dia tahu jauh lebih banyak lagi. RT sebagai pemegang saham BC memang diundang oleh BI – untuk jaga2 jika diperlukan info nya — juga RT saat itu bukanlah terpidana, tindakan membawa RT itu tidak mempunyai arti apa2.
http://www.detiknews.com/read/2009/12/12/105142/1258872/10/robert-tantular-boro-boro-bicara-kenal-sri-mulyani-saja-tidak

Lalu ini. Rekaman suara yg di gunakan oleh BS pansus itu:

1) suara SM memang betul, tetapi itu bagian dari kalimat SM yg mengomentari statemen sebelumnya yg menyangkut Tantular. SM mengatakan bahwa keputusan ttg Robert Tantular akan dilakukan dalam rapat tertutup. BUKAN berbicara ke Robert!! Pemotongan rekaman yg dilakukan oleh BS adalah suatu bentuk kejahatan pengubahan bukti elektronis yg setara spt video polri dulu –> Kriminal!!

2) RT memang menunggu di depkeu, dilantai 2 bersama direksi BC yg lain, dari jam 20:00 sampai jam 7:00 pagi besoknya, tanpa diajak rapat. Esoknya RT diberi tahu ttg keputusan rapat LPS mengambil alih BC. Tidak pernah ke lantai 3, apalagi ketemu SM! http://www.detiknews.com/read/2009/12/12/135033/1258936/10/ada-30-saksi-hidup-robert-tantular-tak-hadiri-rapat-bailout-century

3) Suara lelaki yg oleh BS di claim sebagai suara RT ternyata sesungguhnya suara Marsilam Simanjuntak – peserta rapat, yg menanyakan soal keputusan. Di quote secara terpisah, dan di claim sebagai ucapan RT out of context. Ini adalah fitnah yg bersifat pidana / kriminal.
http://www.detiknews.com/read/2009/12/12/144055/1258953/10/raden-pardede-itu-bukan-suara-robert-tapi-suara-pak-marsilam

Penjelasan Pardede ini sangat jelas. Clear dan straight forward.

Berarti BS – seorang anggota DPR dan sekaligus anggota pansus Century – melakukan tindakan yg sangat rendah. Memainkan alat bukti, memfitnah dan otomatis usaha mencemarkan nama baik SM (dan RT).

Seorang anggota DPR melakukan hal yg begini rendah?

Dan goblog total! Mengapa? karena rekaman yg ada di tangannya dari Depkeu! Jadi penipuan rendah semacam ini pasti akan diketahui jika ada yg mencocokkannya. Rekaman ini memang sudah bocor ke-mana2 – walau depkeu belum resmi memberikannya keluar. Perlu diingat bahwa rapat KSSK itu diikuti 30an orang, dan beberapa anggota dewan direksi BI ada yg ikut2an team DPR memfitnah SM –> bahwa team pansus DPR (BS dkk) ini memperolehnya bukanlah hal yg aneh (BS juga mengatakan bahwa ‘rekaman’ itu panjangnya 4 jam dan diperoleh dari depkeu !).

Dengan menyatakan bahwa SM telah berbicara dg RT dalam rekaman, BS jelas2 telah melakukan tindakan kriminal disini, pencemaran nama baik dan fitnah.

Hal yg demikian rendah dilakukan oleh anggota DPR ini!?
Sebagian alasannya jelas karena kwalitas manusia ini benar2 “bs” (bullshits) emosional tak stabil dan tolol tukang fitnah.

Apa hanya itu?

Hal yg kedua berkaitan dengan fakta bahwa BS ini golkar. Jumat kemarin – dirjen pajak mengumumkan bahwa 3 perush Bakrie group mencuri pajak 2.1 Trilyun!
http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2009/12/11/brk,20091211-213374,id.html
Hal ini adalah ongoing process, sudah berjalan sejak setahun yl, dan akhir november ini batas waktu nya habis, oleh dirjen pajak dialihkan ke proses kriminal. Dirjen pajak juga menyatakan secara khusus bahwa tindakan ini tidak ada kaitannya dg SM.

Jadi pertentangan SM – Ical itu riil, dari pihak ical!. Pertentangan seorang konglo hitam melawan petugas negara yg berwenang. Serangan BS adalah serangan nekad2an seorang kroco yang boss nya terancam. Memfitnah SM ini sebuah usaha membuat suatu pengalihan issue, sekaligus sokur2 sukses (sampai saat inipun pansus / BS tetap ngotot: http://www.detiknews.com/read/2009/12/12/142319/1258950/10/bambang-silakan-boediono-bantah-rekaman-buktikan-di-pansus-century )

Kesimpulannya?

Kurasa sangat jelas.
Denny mulai bicara:
http://www.detiknews.com/read/2009/12/12/103545/1258862/10/denny-menduga-ada-kriminalisasi-terhadap-sri-mulyani-boediono

Ada Persekongkolan Bedebah dalam kasus fitnah B & SM ini.
Sama spt Bit-Chan. Kali ini giliran anggota2 DPR bedebahnya ..

Kasus B&SM adalah Persekongkolan Bedebah!

PAN: “Tak Ada Wacana Menaikkan Hatta”

December 9, 2009 Leave a comment

“Tak Ada Wacana Menaikkan Hatta”
Wawancara Amien Rais
http://sorot.vivanews.com/news/read/111351-_tak_ada_wacana_menaikkan_hatta_

Kalau wawancara AR – pewawancara nya naif sekali menanyakan ke AR ‘apakah ada wacana menaikkan hatta’ — karena hatta adalah lawan AR kini!

Pertanyaan itu pasti sangat menggirangkan AR, yg lalu masuk ‘mode negarawan’ nya. Justru semua ini – penyerangan century – ini adalah bargaining AR ke jantung kekuasaan (sby), untuk diri dan orang2nya, drajad dan anaknya.

Justru serangan ini adalah untuk menggembosi hatta – menunjukkan ke sby bahwa keliru menganggap PAN sudah dikantongi hanya karena mengantongi hatta.

Hal yg serupa di PKB. Kurasa juga akan ada gerakan sejenis di PKS.
Di PDIP move ke TK membuat marah MW dkk.

Tetapi secara keseluruhan sby masih sangat kuat.

Categories: Uncategorized Tags: ,

Kasus Century – summary BPK yg bias

December 9, 2009 Leave a comment

Laporan BPK itu bias.

Jika dibaca dengan teliti tidak secara khusus menyalahkan SM – tetapi membuat insinuasi (= dorongan pada pembacanya untuk mengambil kesimpulan sendiri) menyalahkan SM.

Bias ini akibat sang ketua, Hadi P mempunyai dendam pada SM yg memecatnya 2006 dari posisi dirjen pajak. Dia juga didukung pdip. Summary yg dibuat Hadi bias, walau dokumen aslinya (disusun bersama ketua lain) tidak begitu. Tetapi media hanya menyerap summary yg dibaca oleh Hadi P saja.

Wakil Ketua BPK yg lain banyak yg kurang puas dengan laporan ini, yg juga tidak memasukkan banyak input dari B & SM — misalnya mengatakan bahwa BI tidak mempunyai dugaan besarnya biaya bail-out; atau bahwa diskusi ttg sistemik tidak objektif, atau BI tidak memberikan data yg mutakhir saat sidang 20/11/08. Semua hal ini di nyatakan oleh B & SM terbuka, tetapi tidak mendapat gaung di media — yg rata2 juga bias melawan SM.

Mungkin hanya majalah Tempo yg masih membela SM. Karena jika kita pikirkan secara nalar, serangan2 ke B&SM ini semuanya fitnah.

Sebuah keputusan sulit di masa sulit, telah dikerjakan secara baik dan lurus, di jadikan fitnah.

KSSK mempunyai standar rekaman yg tinggi (karena etika yg dijunjung tinggi, semua keputusan harus bisa di review post-hoc / dimasa depan) , jadi dalam hari2 kedepan kita akan melihat apa yg sesungguhnya terjadi.

Bagus bahwa manuver sby menghentikan fitnah2 ini sekarang (setelah mereka secara keterlaluan memfitnah ibas juga!). Moga2 fakta2 semakin terbuka – fakta yg sebenarnya akan menyibak kebenaran.

Categories: Uncategorized Tags:

SBY, politisi oportunis dan Rakyat

December 9, 2009 Leave a comment

SBY tidak dapat kukatakan pemimpin yg baik, karena dia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, dan aku merasa dia tidak benar2 memikirkan rakyat dan bangsa lebih dari sekedar retorika politikus (spt umumnya politikus).

Dan kebaikan2 yg terjadi di masa KIB1 bukanlah kerjaan sby dalam arti positif – dia hanya mengijinkan KPK, densus88 dan SM mengerjakan tugasnya tanpa di ganggu secara berarti (kecuali di tahun 2009 ini, ketiga nya di rongrong, lebih kurang sepengetahuan sby sendiri). Walau SBY menggunakan ke-tiga2 nya dalam kampanye nya, dai tahun 2009 ini dia mengijinkan polri, jaksa dan PD mengorek2 ketiganya secara tidak fair.

Lepas dari ini semua, ‘tokoh nasional’ yg lain jauh lebih jelek daripada sby. Mereka sama2 politikus, dan menggunakan cara2 yg jauh lebih rendah. GD dan AR menebar fitnah besar2an dalam kasus B & SM ini – keduanya jelas ingin meneguk keuntungan politis di partai mereka masing2 yg amburadul (PKB & PAN). PDIP dan MW malah penggerak utama fitnah2 ini.

Memang menggunakan fitnah2 ini mungkin satu2nya jalan untuk bisa menekan sby dan memperoleh semacam konsesi politis (kurasa mereka semua tidak benar2 secara realistis mengharap bisa menjatuhkan sby – lepas dari retorika amburadul politis murahannya).

Jadi permainan kini adalah semacam catur raksasa dengan banyak sudut — banyak pihak memainkan politik praktis (termasuk sby). Kurasa tidak ada yg benar2 memikirkan kepentingan rakyat banyak – kecuali dari tiga pemain bersih itu sendiri (KPK, densus88 dan Depkeu), dan sekelompok kecil LSM dan pemikir yg tak punya faktor berarti.

Padahal – spt dikatakan Faisal Basri ttg FTA dg Cina — pertempuran sesungguhnya ada diluar sana, ekonomi global. Kita seperti keluarga yg ribut sendiri di dalam rumah, padahal kebon dan tegalan kita sedang di perebutkan orang2 lain diluar. Tidak ada yg memikirkan ini.

Itu yg mengkhawatirkanku – pelanduk itu (rakyat kecil) tidak bisa lari ke-mana2. Gadjah2 itu akan beruntung secara pribadi, walaupun yg kalah. AR misalnya, dengan ucapan2 ngawurnya punya kans untuk kembali berkuasa di PAN, lewat orangnya / anaknya mungkin. Juga GD jualan anak gadisnya di PKB. Sedikit ‘nego’ dari sby dan kedua orang ini sudah ‘menang’.

Kemenangan politis. Hal yg sama dg ‘tokoh2 muda’ saat ini. Mereka semua rata2 sangat kacamata kuda – kepentingan kelompok atau bahkan pribadi2.

Tak perlu mengkhawatirkan sby – yg dia pertaruhkan hanyalah seberapa banyak dia perlu ‘membayar’ orang2 ini – karena tokh partai2 utama sudah di genggamannya (termasuk PAN, PKB, Golkar, PKS). Jika sby tersudut maka dia hanya membayar lebih mahal. Tidak ada ancaman riil untuk menurunkan sby sebelum 2014.

Ancaman yg riil adalah ekonomi Indonesia yg semakin terpuruk di dunia global. Resesi dunia akan membuat kompetisi makin tajam, dan negara2 utama akan semakin ‘kejam’. Pemain yg telmi atau tidak konsen akan tergilas tanpa ampun.

Ekonomi rakyat luas akan tambah berat – sebaliknya individu2 politisi itu tidak akan merasa apa2. Mereka kelas tersendiri. Termasuk Sby disitu.

Itu yg membuat masalah fitnah ke B & SM ini semakin mendesak. KPK dan KSSK (KPK lolos dari lubang jarum kemarin, KSSK sudah almarhum karena perpu nya terguling – jika 2010 ada krisis keuangan global lagi, LPS ‘harus mampu’ ) adalah pertahanan rakyat banyak.

Bagi sby semuanya adalah cip2 di meja judi politis. Bagi politisi2 lain, mereka berebut cip2 itu – secara sebarangan tak berpikir menginjak kepala siapapun yg perlu diinjak.

Itu yg membuat masalah fitnah ke B & SM ini semakin mendesak. Tampaknya tidak laku sama sekali di timpa arus fitnah dari satu sisi, dan semangat ‘negosiasi’ dari sisi satunya. Pelanduk akan ditanduk ..

Categories: Uncategorized Tags: , ,

Notulen Rapat KSSK november 2008 – kasus Century

November 20, 2009 Leave a comment

Setelah baca notulen ini – kurasa tidak ada hal2 yg memberatkan Sri.  Malah rapat dilakukan jam 00.11 – 05.00 dengan agenda begitu ketat menunjukkan semangat kerja luarbiasa.

Tidak nampak ada problem dari sisi luar.

Mungkin yg bs diaudit – managerial audit – adalah insistence (pendesakan) BI untuk meng-clasifikasi kan century jd sistemik (dg implikasi2nya).
Tetapi ini bukan masalah pidana, ini malah masalah teknis – yg harus dilihat secara teknis pula.

Detail dari intensitas komunikasi selama rapat 5 jam itu malah mengagumkanku.  Ini rapat serius. Implikasi dari tiap2 keputusan dibahas — membaca notulen itu , aku bisa bayangkan untuk setuju menyatakan sistemik, benefit nya jelas.

Categories: Uncategorized

Analisa SBY – part 2of2

November 19, 2009 Leave a comment

SBY jelas fenomena menarik. Kepribadiannya jelas2 menunjukkan seseorang yg berjiwa tradisional, ambisi tradisional – bahkan purba. Waktu pemilu 2009 sekalipun, dia masih ketakutan di ‘santet’ (buat kalian yg tidak paham, santet artinya diserang memakai ilmu gaib, ilmu hitam memakai jin setan), sehingga dia berangkat voting dengan di bacain ayat2 yasin di dalam mobil nya ….

Dia juga seorang yg tertipu mentah2 oleh con-man (=penipu) ngaku bisa mengubah air laut menjadi bensin, dan cukup tradisional untuk menunda pengumuman kenaikan harga bensin (menjadi 6000 rp) sampai ‘blue energy’ itu siap (bensin ndeso dari air laut ini rencananya dijual 3000 rp .. profit 100%).  Jadi dia tidak sungkan2 ‘menyesuaikan’ tugas publiknya dengan proyek pribadinya.  Tentu saja, jika sang blue-energy (ternyata di internet scam banyak..) ini ternyata benar maka SBY pasti dapat nobel, selain milyaran uang sah.

Lalu padi unggul super-toy – yg ternyata singkatan dari super toyung (bukan too young! toyung adalah nama thole jawa sang penemu) penipu amatiran. Supertoy HL-1, HL inilah nama teman SBY ndeso.  Ring-1 (lingkaran kepercayaan) SBY adalah orang2 spt HL ini. Arogan, tidak mau tahu dunia.
In a way, SBY sendiripun demikian.  Dan ‘you cannot argue with success’ – jika monyet memperoleh buah matang dari kebon tertentu, dia akan selalu balik kesana, apapun alasannya. Tidak akan percaya omongan bahwa hal itu tidak baik.

SBY adalah fenomena monyet itu, dia tidak tahu banyak, mungkin awalnya juga tidak percaya sendiri, tetapi ternyata ‘dapat buah enak’, jadi something must be right about me. Kuat sekali.

Pada awalnya, SBY amat gamang, dia bukanlah politisi senior waktu naik 2004, malah dia terlalu banyak mengobral janji. Tetapi lama2 tidak lagi. Psikografis SBY juga menunjukkan watak ruthless, watak tegaan. Ini tidak aneh untuk didikan akabri, walau yg paling lemas pun.
Biografi nya (yg non endorsed) berisi bekas2 teman yg kecewa, karena SBY mudah mengganti temannya spt mengganti baju.  Hanya ‘celdal’ nya – HL dkk – itu yg dipakai terus .. Yg lain dengan mudah dia lempar.

In a way ini adalah suatu hal yg normal2 saja, tidak jelek. It is all a game, man. Di pemilu 2009 ini SBY telah meningkatkan teknik permainannya berlipat.  Bukan berlipat dalam arti bagusnya, tetapi berlipat dalam teknik detail.
Body language nya lebih refined, kalau 2004 dia bergerak spt wayang golek, sekarang spt wayang kulit (tetap wayang..).
Tetapi yg lebih refined lagi adalah advisor politiknya. Dari ex-golkar dia melihat banyak advisory modern yg bisa sangat akurat. Walau calon2 lain (terutama prabowo) juga menerapkan ilmu2 komunikasi modern, tetapi SBY adalah yg paling smooth. Jasa dari 3M (malarangeng) tentunya. SBY menggunakan ilmu2 komunikasi modern ala seseorang memakai blackberry, dengan keluwesan yg jauh diluar kemampuan megawati, bahkan juga JK (prabowo yg mungkin bisa menandinginya, jika saja basis massa nya memadai).  Seberapa jauh ini jasa orang2 sekelilingnya (3M) tidak jelas, tetapi SBY nampak sangat mampu ‘mengambil alih keuntungan orang lain’. Hal yg dikeluhkan teman2 2004 nya.  Juga hal yg tampak jelas pada progres Depkeu dan KPK.

Periode 2004-2009 itu ditandai secara positif oleh 3 hal: perbaikan pemberantasan korupsi oleh KPK, perbaikan depkeu oleh Sri, dan perbaikan anti-teror.  Ketiganya tidak diatur langsung oleh SBY, jasa SBY lebih merupakan “mengijinkan hal2 baik itu terjadi” dan melegitimasi hasilnya dengan meng-claim sebagai hasil karyanya. Walau di awal 2009 ini semua jadi aneh, waktu SBY membiarkan KPK (yg tampaknya dinilai tidak menghargai SBY pribadi setelah menindak besannya hanya karena diijinkan – dalam logika priyayi, di kasus spt itu seorang priyayi harus ngomong mengijinkan secara publik, lalu punakawan yg baik ‘tahu diri’ dengan tidak melakukannya – hal2 yg jelas2 tampak pada kapolri dan jagung, tidak di KPK).

Lalu kapolri jelas2 mau meng-hijack keberhasilan anti-teror densus88, dan meng-inject love-of-media ala SBY, dengan hasil kalang kabut. Profil kapolri BHD, dan jagung HS adalah profil ‘public servant’ yg tampaknya disukai oleh SBY. Ini payah buat SBY.
Tampak jelas bahwa kedua orang ini juga meniru body-language SBY (ya, salah satu cara melihat pengikut setia adalah menilik body language mereka), termasuk bertingkah (pura2) ambigu. Mereka berdua juga sangat antusias waktu ‘diminta’ menggembosi KPK yg kurang njawani itu.

Kedua pemimpin polri dan kejaksaan ini – dalam Kabinet baru SBY, KIB2 dipertahankan – adalah jelas2 contoh yg menghawatirkan ttg SBY.  The dark side.

Supertoy, blue-enery, HL dan ring-1 lain, adalah the ugly side.
Ada lagi, Ibas, keluarga, cucu (dan implisit besan – kakek dari cucunya) adalah the private side.  Jelas SBY – spt halnya priyayi2 umumnya – punya ambegan besar ttg mereka ini.  Selama pemerintahannya, SBY sangat ‘gesit’ bertindak, pada saat2 menyangkut the private side ini. Kasus kawin siri dihajarnya habis, kacang dihajar palu. Kasus ‘sms ibu ani’ juga kenthos di pendhel. Keluarga wajib di nomor satukan bagi priyayi, jadi tindakan2 ini bisa saja overacting protection, hanya pada ibas dia punya real affection.

SBY tidak mudah dibaca, karena dia very private – perjalanan hidupnya banyak di persulit orang lain, sehingga dia tidak mudah percaya.  Dia bukan smooth operator politics, tetapi mengapa 2009 dia bisa menang landslide?

Ini pertanyaan yg sangat penting bagi politik Indonesia.
Aku curiga bahwa jawaban utamanya (lagi2) adalah suatu kebetulan. Partai Demokrat (PD) nya SBY dengan lugas menggerakkan lagi mesin pemerintahan, dan menerapkan somewhat modern political campaign, pada saat partai2 lain setengah hati. PDIP tidak bisa diharap selama masih dipimpin MW. Golkar in disarray. PKS yg juga hati2 & mikir ternyata maju pesat juga. Juga Gerindra.

Yg membuatku berpikir adalah statement pejabat PD Mubarok ttg golkar – yg dulu tampaknya spt foot-in-the-mouth goblog pisan, ternyata merupakan suatu ‘strategi’ (atau tanpa tanda petik??) yg sangat bagus untuk memecah golkar dari PD, dan sekaligus memaksa JK maju sendiri, yg pada gilirannya akan memecah Ical dari JK secara gemilang.  Mubarok bukan tipe orang yg bisa berpikir sedemikian panjang, walau mulai sekarang SBY (dan calon2 lain!) akan berpikir kesitu, kurasa waktu itu (2008) jelas tidak mungkin selain kebetulan.

Manuver2 PD setelah pilpres – lagi2 Mubarok membuat statemen ttg PKS kini – juga posthoc amat cerdas. Kali ini yg dilabrak adalah PKS. PKS adalah partai yg harus diperhatikan di Indonesia (ini perlu analisa terpisah), dan tampaknya SBY juga mulai menganggapnya perlu. Move pendekatan golkar dan PDIP, di tutup dengan penunjukkan menteri2 KIB2, jelas berakibat pelemahan partai2 lain, terutama PKS. Apalagi (kebetulan?) ada ‘reality show’ terorisme isfuns. PKS tiarap.

Dengan penguasaan DPR serta eksekutif, sebenarnya move2 SBy / PD itu seperti mengobok empang di halaman sendiri, tetapi tetap saja move2 ini cerdas. Politically astute. PDIP misalnya, meletakkan TK di MPR sesungguhnya spt risky, karena pengaruh PDIP bisa kesitu, tetapi jika kita tahu detail siapa TK – hal ini tidak risky sama sekali!. Justru ini bayaran murah untuk penggembosan PDIP.
Move di golkar kurasa worthy soeharto-awards of political pengobokans. JK jadi spt wayang golek putus tali-gocinya …

Ical mungkin bisa bahaya, tapi itu nanti.  Sementara ini jelas PD melakukan hattrick. Habis semua poin disikat SBY.

Sampai sini, kurasa analisa SBY ini ‘sukses’. Ya. jelas bahwa dalam dunia keruh Indonesia ini (karena budaya2 pincang, legalist, seleb dan mlm itu tadi), SBY sukses memperalat semua pihak untuk kepentingannya.

Bahkan setting di KPK itu semuanya menguntungkan SBY, dengan Plt yg ditunjuk prez, kurasa KPK akan berubah ‘sesuai salatan’. Lagipula, sekarang semua kartu di tangan SBY, tinggal nunggu salatan, dia bisa ‘menjual’ kapolri dan jagung – kalau angin kesana — atau menggantung keduanya to dry. Sambil agar jadi duri bagi KPK dan LSM2 lain.   Ini semua worthy of soeharto awards lagi!

Even Sri-Mulyani, yg kesuksesannya menggiring fiskal negara hampir2 melambungkannya ke upper echelon of celebdom, juga ‘put into her proper place’ dengan kasus Century.  Sekarang the light on the tunnel bagi Sri adalah lewat cikeas ..  kalau dia kerja bagus dan setor lagi oke lah, kalau nggak ..

Hampir tidak masuk akal ini semua. Mubarok tidak mungkin merencanakan ini semua, even SBY. 3M big maybe. Atau semuanya luck? numerology 9 itu? Katanya SBY very lucky karena dia ‘menyedot’ semua keberuntungan negara ini buat dirinya – akibatnya selama pemerintahannya akan banyak sekali bencana untuk ‘setoran jiwa’? he he … even worse than numerology …

Whatever way you pull it, SBY jelas on a roll.. untuk dirinya.
Pertanyaannya lebih pada: untuk rakyat Indonesia bagaimana?

AGREGAT

Pertama, sedikit ttg apa itu ‘untuk kepentingan rakyat banyak’.  Secara tradisional kejayaan suatu negara itu adalah kejayaan rajanya, semakin rajanya hepi semakin hoho. Tradisional (anda pikir sendiri menurut anda pribadi agama / kepercayaan masing2). Secara modern jelas tidak begini.
Bagaimana?

Sekarang ada banyak data2 monitor kemajuan / kemunduran suatu masyarakat / negara. Yaitu data2 agregat. Paling kotornya adalah angka GNP / growth (ingat debat SBY-Pbw yl ttg growth). Lalu diperhalus dengan angka kemiskinan, gini index, angka pengangguran, growth per industry, angka kemakmuran, indeks kebahagiaan, pendidikan, tersedianya kesehatan dllst.

Angka2 ini agregat – artinya rata2 statistik. Ini tidak sesuai ‘akal sehat’ yg biasanya sangat personal. Secara evolusi manusia tidak siap pada angka2 agregat statistik. Yg penting adalah dirinya sendiri. Ini yg sering sulit. Banyak anggota DPR tidak bisa mengerti naiknya kemiskinan rakyat kecil, karena bagi dirinya sejak puluhan tahun hidup didunia ini justru tahun2 inilah dia paling makmur (min 1M pertahun), bagaimana bisa disebut ini jaman susah?  Juga famili mereka.

Problem kedua dari angka agregat adalah akurasinya. Angka2 ini didapat lewat survey dan polling (sering di kelirukan pooling) publik. Proses ini sangat rentan penipuan yg subtle. Survey dg sample yg salah akan menghasilkan data yg salah, padahal menentukan sample yg bener itu susah sekali (artinya sangat gampang jadi salah: ada ribuan cara untuk salah, sedikit cara bener).

Di jaman soeharto survey2 dan sensus worthless, karena semua ngawur. Sekarang jauh lebih baik. Quick counts selama pemilu sekarang sudah dengan teknik paling maju. Walau banyak yg berusaha mengelabui.
Itu sebabnya data2 spt ini harus dibaca ‘with a grain of salt’ artinya full-curigation mode on.

Dengan analisa begini, SBY tidak perform well. Angka2 riil tidak menunjukkan kemajuan berarti. Periode lima tahun yl, Indonesia spt kapal yg nakhodanya di kamar terus, kapal tidak sampai karam karena kelasinya ada yg kerja keras, tapi nakhoda cuman keluar kalau urusan pribadi ..

Hal lain lagi juga bisa di analisa dari sisi decision making nya. Apa saja yg telah dilakukan oleh pemerintahan SBY selama ini?

Ini juga troubling, menteri yg kerja untuk rakyat ada berapa? Sri mulyani. Siapa lagi? Diskusi malah kearah lain, kerja apa sih menko kesra? mensos? menaker? menperin?

Secara umum menteri2 Indonesia masih perform sama spt polisinya, yaitu self-preservation.  Seperti demang atau ambtenaar penjajah, yg mikiri warna cat interior kantor (atau istana)nya lebih lama, aktifitasnya rutin dan seremonial.
Rata2 tidak berbuat apa2.

Kita lihat, kebijakan sosial yg dibanggakan SBY adalah .. BLT (bantuan langsung tunai) – yg jelas2 cara paling bodoh untuk memakmurkan rakyat (uang cash diberikan pada orang miskin – jauh lebih baik untuk perbaikan infrastruktur mereka, juga jauh lebih sulit), tetapi sangat efektif untuk self-preservation presidennya.

Kebijakan pendidikan? ketenagakerjaan? semua bisu. Kebebasan pers sangat bagus, tetapi ini bukan akibat suatu tindakan khusus dari pemerintah, dari pemerintahan yg ada tindakan2 membatasi spt dakwaan2 pencemaran nama baik, yg tidak selalu berhasil.

Secara umum, 2004-2009 ditandai oleh bagusnya tindakan defensif fiskal untuk tidak ikut resesi global besar2an, perbaikan pers, perbaikan anti-korupsi dan perbaikan anti-teror.  Ancaman isfuns tidak hilang tetapi berkurang besar.
Yg lain? perdagangan ‘jatuh ke cina’ spt umumnya negara2 di dunia. Tidak ada perlawanan apa2. Perbaikan perburuhan tidak ada. Memang sangat sulit untuk memperbaiki satu sisi facet tanpa yg lain, selain juga sangat mudah untuk tidak berbuat apa2.

Korupsi ditangani tetapi tidak berkurang sama sekali, spt halnya status seleb, status koruptor tetap merupakan harapan baku di Indonesia.
Secara umum, Indonesia tidak menjadi negara hancur (fiskal roboh, dikuasai isfuns, militer gila2an, teroris bebas dllsb), tetapi ranking nya di kalangan dunia juga tidak membaik. Banyak negara mengalami kelesuan industri dan dagang, Indonesia idem.

SKENARIO

Menilai SBY menjadi kompleks. Kita tidak bisa menganggap dia pintar karena phd, hebat karena menang pilpres, sama spt beruntung karena angka 9. Yang bisa kita lakukan, tebakan kedepan.

Ada skenario pesimis dan optimis.

SKENARIO PESIMIS

Mudah ditebak. Sekarangpun muncul kecil2an: SBY akan menjadi little-soeharto. SBY membangun mataram-wetan. Gosip2 ini tidak meledak, karena memang terasa palsu. SBY pasti tidak akan menjadi soeharto. Soal mataram-wetan ada benarnya, sisi priyayi2an tradisional SBY yg bisa2 menguat, tetapi ini tidak terlalu relevan untuk analisa kepentingan rakyat. Walapun seorang pemimpin dirumah nya berpakaian lenong tidak berarti banyak bagi rakyatnya. Ini juga berlaku untuk bullshits about nines.

Yang lebih akurat adalah tudingan2 lain berbasis fakta spt dari LSM. Pertama, bahwa SBY hanya lip service untuk anti korupsi. Walau mengclaim keberhasilan anti-korupsi, bertindak ala pilatus waktu KPK mau disalib. Kurasa posisi SBY dalam kasus KPK lebih mirip Anas-Kaipas, bukan Pilatus (!).
SBY akan melindungi konco2nya, dari bakrie group sampai CIA. Anti korupsinya pasti tebang pilih. Ini sebagian pasti (ical) sebagian lagi ridiculous.  Jelas bahwa watak priyayi SBY mengharuskannya punya ‘dalem’ yg sugih bondo buat ngapa2 yg perlu dana.  Jadi akan ada grup2 yg dia ‘preferential’. Ini gombal tapi ABB (apa boleh buat)

Kedua, profesionalisme SBY hanya lip service, sesungguhnya dia full-politicos. KIB2 ini isinya juga dagang sapi saja, cuma sekarang dagang sapi nya beda, there is a new boss in town, semua ‘sapi’ harus liwat bandar yg sama. Setelah masuk masing2 akan menjalankan policy partai / pribadi sendiri2 ala mskaban.
Tuduhan ini real, tapi in other way, modern states memang very political. Ya di Jepang ya di Australi, ya di Amriki. Lebih penting apakah akan ada pressure untuk lebih profesional? Karena untuk politicos, jika ada pressure kesana, public, maka dia akan profesional. Politicos are whores. Yang penting adalah menghindari the whore jadi diktator ..

Ketiga, SBY tidak memahami kesejahteraan rakyat yg sesungguhnya, yg dia prioritaskan adalah melanggengkan kekuasaan partainya, launching ibas to the top, dan jadi sekjen PBB buat pribadinya (plus nobel will be nice).  Semuanya di geared toward these goals, bukan kesra yg cuma lip service. Well, the private parts most likely true, soal kesra sesungguhnya .. dia nangis kan waktu ke sidoardjo?

Terakhir, tidak ada yg menuduh SBY akan membentuk diktator militer atau diktator agama (Islam).  Ini sudah kemajuan ..

SKENARIO OPTIMIS

Suara2 optimis juga bukannya tidak ada.
Yang menyatakan bahwa SBY melakukan ini semua, piecemeal progress, bukan by choice, tetapi karena dia ingin negara ini maju tanpa gegeran.
Misalnya, kebebasan pers, menjadi landasan dari masyarakat madani yg nanti akan menuntut terus.
Lalu pemberantasan korupsi juga tidak boleh terlalu ‘kasar’ – harus step by step ala priyayi, ndak boleh grusa grusu kaya KPK hongkong. KPK emang harus ditegur, karena 2 hal. Pertama penangkapan besan is bad enough, tetapi ada anak buah Bibit yg lalu ngomong kasar ttg SBY & fam. Kedua sistem gaji nya kegedean.
Cara ‘menegur’ nya yg kurang afdol – untuk inipun SBY sudah menyesal. Tapi benar he meant it when he said to Kompas bahwa KPK terlalu jumawa.
Perbaikan di polri dan jaksa (dan pemerintahan eksekutif secara umum) juga akan dilakukan. Sekarang ini 2009-2014. Periode yl masih banyak masalah.

Hal yg sama pada kesejahteraan rakyat. Pada periode yl telah banyak eksperimen ttg pemerintahan yg lebih baik, dari kabupaten2 yg berhasil. Sekarang bahkan ditunjuk Kuntoro khusus untuk ini. Periode ini akan ada perbaikan besar2an pada sistem kerja eksekutif. Rakyat akan dilayani.  Kesejahteraan minimal rakyat akan di prioritaskan.

Ini juga akan terjadi pada pendidikan dan kesehatan masyarakat. Pelayanan publik akan meningkat pesat.

Ketiga, sistem ekonomi akan di ubah menjadi lebih aktif, bukan sekedar pertahanan fiskal, tetapi juga secara agresif membangun industri baru.

Semua yg dilakukan SBY adalah bagian pertama dari suatu rencana panjang obama-like. Itu sebabnya SBY / PD menghendaki koalisi semua partai agar tidak lagi pertentangan yg tak perlu.  SBY pribadi akan bertindak sebagaimana seharusnya seorang pemimpin modern. Apa yg terjadi selama ini adalah karena SBY harus bertindak setengah2.  Kiblatnya adalah obama. Ini semua tertuang di kontrak para menteri KIB2.

KONKLUSI

Analisa ini jelas berputar untuk suatu ujung yg menjadi tidak jelas. Naiknya SBY sejak 2004, dan terutama pada tahun 2009 ini, jelas fenomena penting. Indonesia melewati suatu masa sulit post-soeharto, dan in a way cukup beruntung. Apa yg terjadi sejak 1998 adalah ketidak-pastian, suatu reaksi wajar dari jatuhnya seorang diktator, masyarakat yg terpimpin kaku sekarang harus membentuk pemerintahan yg berdiri sendiri. Presiden2 awal, dari HBB, GD sampai MW bisa dikatakan transisional, mereka sibuk terutama hanya dengan dirinya sendiri. Ada hal2 baik yg terjadi, terutama sejak GD, dengan kebebasan pers, dan KPK. Tetapi perbaikan riil tidak jelas. Tidak pernah benar2 diusahakan.

Pemerintahan SBY 2004-2009 adalah transisi lain, yang jauh lebih tenang. Dengan flashback, sesungguhnya periode itu sudah cukup sukses hanya dengan ‘tenang’, mengingat ancaman2 kekacauan sosial tadinya sangat keras. Isfuns terutama, bukan hanya ancaman ideologi, tetapi sudah perang terbuka spt di Aceh, Maluku dan Poso. Juga serangan teroris2 isfuns yg ber-tubi2. Sampai sekarangpun ancaman isfuns ini tetap ada, karena tidak semua langkah yg bisa dilakukan diambil (dibanding Malaysia dan Singapura misalnya). Tetapi bisa dikatakan ada kemajuan penting.
Secara ekonomi, kestabilan dalam negeri adalah stimulus terkuat. Memang tidak ada kemajuan lain yg intrinsik dari industri sendiri, semua tergilas cina, spt halnya negara2 lain.  Secara fiskal, ada ancaman krisis baru yg bisa dihindari.

Antikorupsi bisa dikatakan maju pesat secara konseptual, dengan bisa hidupnya lembaga spt KPK. Secara konsep maju, tetapi secara kwantitatif sesungguhnya tidak terlalu berarti.  Korupsi tetap meraja lela di semua lini. Bedanya sekarang Indonesia bisa mengatakan secara nyata bahwa ada koruptor di tangkap.
Sebenarnya KPK bukan terlalu kuat, tetapi masih terlalu lemah. Semua koruptor yg ditangkap KPK adalah mereka2 yg terlalu gila, masih menyetor tunai (lihat jaksa Urip, hakim KY, anggota2 DPR). Dan KPK masih membatasi diri pada kasus2 tertangkap tangan spt itu.  Sesungguhnya jelas bahwa prosentase koruptor goblog yg terima cash spt itu pasti sangat kecil dibanding koruptor2 lain yg lebih canggih dengan cara2 lain dan diluar jangkauan KPK (kemampuan menyadap KPK adalah kekuatan penting).

Tetapi jelas juga, bahwa di negara dimana sebelumnya maling besar tidak pernah ditangkap, adanya KPK adalah angin sangat segar. Ini suatu paradigm shift.

Tetapi progres KPK ini bukanlah jasa SBY, paling banyak yg dilakukannya adalah tidak mencegahnya.  Walau ini jelas2 suatu kemajuan, karena soeharto pasti mencegah organisasi spt KPK ini, tetapi ini adalah suatu ‘jasa’ yg amat kecil.
Ditambah peran Kaipas SBY dalam persidangan KPK kini adalah suatu big minus untuk SBY.  When push come to shove, tampak SBY kemana (bayangkan jika ada kasus KPK menyangkut Ibas …)

Skenario optimis diatas juga sangat berdasar pada masa depan, hal yg saat ini tidak bisa dinilai.  Memang ada indikasi lamat2 bahwa akan ada perbaikan dalam governance (menteri2 parpol itu harus diawasi). Juga ada wapres Boediono kini, yg jelas the highest office ever sat by a moral person after kapolri hoegeng. Walau apa yg akan terjadi belum tentu bagus, ada ingredients untuk itu.  Menkes fiasco itu menunjukkan bahwa SBY masih harus terus diuji kemampuan manajerialnya, tetapi the end result, removal of ex-menkes itu jelas a good thing. Apakah Endang yg diangkat ini akan jadi bagus itu yg tidak jelas.

Yang berikutnya harus diganti adalah kapolri dan jagung.  Kurasa SBY tidak melakukannya, hanya karena dia tahu banyak orang mengharapkannya berbuat begitu. Ini psikologi priyayi pinggiran yg lagi naik daun.
Psikografi SBY ini memang agak payah, jika dia di test psikografik spt menteri KIB2, kurasa akan gagal .. 😛

Skenario pesimis itu berbasis pada banyak kenyataan, sebaliknya SBY belum tentu jadi yg paling menentukan dalam pemerintahan nanti (dia selalu offhand kecuali jika menyangkut ibas .. :P) – dan itu akan ketangan Boed, Kuntoro, Sri, yang bisa2 the best collection of Indonesians ever put into same cabinet.
Jadi sebagian skenario optimis itu bisa pula terjadi, selalu ada the first time.

Apa yg perlu kita lakukan? Sebagai stakeholders, yg perlu kita tekankan terus adalah fakta / kenyataan.  SBY ini bisa berbuat banyak kalau dia mau – at least dia bisa mengangkat orang2 yg tepat lalu membiarkan mereka kerja bebas, tinggal nanti hasilnya di aku2 waktu kampanye.  Dia bisa berbuat begitu.  Tidak luarbiasa, malah agak licik.  Tetapi itu sesuai dengan karakternya.

Ya. Kita semua harus tahu bahwa pemimpin2 ini adalah manusia2 biasa, yg seringkali licik dan personal. Tetapi orang licik juga bisa berbuat benar, misalnya ya itu dengan mengangkat orang benar lalu membiarkannya kerja.
Itu yg terbaik yg kita harapkan dari SBY. Jika dia turun tangan sendiri, bisa2 malah bikin industry ‘red-energy’ besar2an …. red being the lucky color for ibas … Jangan me-muji2 orang ini terlalu besar (calon sekjen pbb, pemenang nobel) atau superman lainnya. He ain’t. He is OK, but not that good ..

Tentu saja, ini juga cuma berlaku bagi anda2 yg tidak terlibat langsung, baik numpang seleb maupun lagi makelaran ke istana. Dua ratus juta plus of you ..

25/10/09