Archive

Posts Tagged ‘sby smi psikografi’

Setelah SMI mundur – membaca SBY.

May 10, 2010 1 comment

Tulisan ini mempunyai kaitan dengan tulisanku terdahulu ttg SBY – Analisa Psikografi SBY 1 & 2.

Perkembangan akhir2 ini semakin ‘lancar’ – dalam artian semakin memberi kita data lapangan ttg kondisi kultural bangsa ini, dan watak asli sang presiden nya (selain juga watak para bedebah lain2nya yg ada di eselon atas manajemen negara, bedebah2 polri kejaksaan kehakiman DPR misalnya).

Sri Mulyani (SMI) telah menyetujui kemunduran diri dari menkeu. Ini berita utama Tempo minggu ini (10/5/10). Dan benar. Ini adalah titik balik besar dalam sejarah Indonesia, juga dalam ‘rencana dinasti’ SBY. Tikungan utama.

SMI adalah embodiment (pengejawantahan ?) watak pembaruan bangsa ini. Dia yang intelektual, mumpuni manajerial, dan terutama – tidak berpikir merampok negara sebagai suatu ‘tindakan perlu’ untuk jadi tokoh seleb.

Itu kombinasi yg luarbiasa jarang bagi masyarakat yg rata2 tidak intelektual (hanya soekarno presiden intelektual, 3 yang lain bahkan super tradisional tolol, diametral dari intelektual); tidak kenal manajemen; dan sangat penting lagi – mendewakan ‘korupsi’ sebagai jalan alamiah untuk menjadi manusia.

Seperti telah kusebut sebelumnya, pandangan ttg korupsi di Indonesia sejauh ini masih sangat meleset. Beda dari slogan2 organisasi (termasuk KPK!) yg beranggapan bahwa ‘korupsi itu semacam penyakit sosial yg harus diberantas’ — anggapan manusia2 Indonesia rata2 korupsi itu adalah tujuan mencapai kekayaan yg paling mudah, jika satu saja syarat terpenuhi; bisa korupsi. Artinya, mereka2 yg tidak korupsi hampir dipastikan hanya karena mereka tidak mempunyai kesempatan untuk itu. Orang2 yg mempunyai kesempatan korupsi, baik trilyunan seperti bakrie, atau milyardan spt anggota DPR, maupun jutaan spt kompol2, ratusan ribu spt ketua2 RT, maupun puluhan ribu spt anggota PKK ibu2 … hampir dipastikan melakukannya.

Memang ada yg mengembat 100% (semua yg bisa diembat – embat) ini kategori yg paling tolol. Sebagian besar mengembat 10-20% – sehingga bisa ‘langgeng’ – karena orang korupsi hanya jika tetap dipercaya melakukannya. Contoh paling gamblang adalah perbaikan jalan tahunan di dept PU. Perbaikan jalan kosmetik aja, pas setahun perlu dilakukan lagi –> bujet lagi, bagi2 lagi. Langgeng, bisa untuk membiayai anak sekolah di luar negeri, atau piara gundik. Lain halnya jika diembat 100% sekaligus, perbaikan tidak dilakukan samasekali, jalan hancur, rakyat protes, pejabat diganti. Gede tapi tidak langgeng.

Sejauh ini KPK rata2 hanya menyentuh kategori koruptor tolol ini — yang ‘merata’ samasekali tidak disinggung. Polri & kejaksaan tetap saja sumber koruptor.

Nah, dalam konteks terakhir inilah peran SMI sangat luar biasa (dua konteks pertama, kemampuan teknis dan organisatoris, sesungguhnya sudah jarang bagi rata2 orang Indonesia – tetapi kuyakin ada banyak yg bisa skill2 spt itu). Memang sangat tidak adil orang spt SMI dengan kewajiban menkeu yg benar2 disandangnya – di gaji 19 jt /bl (yg disebutnya ‘kaya bagi ukuran Indonesia’ itu) — di lingkungan dimana menteri2 lain “digayus” milyardan (ambil sendiri2 – yg resmi semua sama 19 jt), dan koruptor2 yg jadi anggota DPR ketua umum partai menggayus trilyunan. Didepan mata. Anak buah sendiri (mantan dirjen pajak misalnya) nggarong di departemen yg diperjuangkannya.

Jelas bahwa SMI ini asset besar bagi atasan yg “ingin memperbaiki manajemen negara agar sejalan dengan standar internasional dalam skill, management dan theft / korupsi”. Singkat kata, SBY.

Orang spt SMI ini jelas punya banyak musuh. Jelas. Pertama ada eks-anak buah (spt mantan dirjen pajak) yg dipermalukan dan dihentikan ‘aliran dana take-home-pay’ nya. Ternyata tampak bahwa misbakun PKS gelo itu juga bekas anak pajak yg merasa ‘ranah’ (benci aku kata palsu ini) korupsi nya jadi too-hot, dan pindah ke ‘greener pasture’ di DPR. Misbakun adalah gedibal hadi-p !!
Ini kategori musuh SMI yg primordial – karena sikap SMI membuat periuk nasi / berlian mereka terguling. Bagi meduro ini sudah kelas carok!. Bagi bugis ya badik lah. Jelas.
Lalu musuh kelompok kedua, orang2 yg ‘secara tidak langsung’ dirugikan secara organisatoris – non personal — misalnya pemegang saham perusahaan2 yg (sejak dari lahirnya) mengemplang pajak, spt perusahaan2 bakrie itu. Tumindak SMI ini merugikan trilyunan rupiah. Denda 4x lipat sih oke2 saja diatas kertas, gilanya SMI ini adalah menerapkannya sama ingsun! Org berjasa begini mau didenda 4x lipat! Carok! Badik!

Lalu ada yg semakin non-personal. SMI ini mewakili suatu aliran manajemen modern, yg non-tradisional, berarti non-raja, non-diktator, non-sheikh. Libas! orang2 ini belum tentu dirugikan secara material beda dari kelompok diatas (dalam hal misbakun rangkap2..) — jadi artinya mereka baru akan berteriak libas, carok jika .. ada ongkosnya!

Jelas bahwa ketiga kategori diatas inilah yg membentuk unholy coalition di pansus century (dimana “the Initial 9” termasuk si gila misbakun!).
Ini semua logis. Nalar. Jelas.
Rombongan ini masing2 punya alasan2 sendiri2 yg beda2 (ada lagi rombongan yg menganut kobokan massa: langkah pertama dari revolusi adalah anarki, jadi asal nambah chaos di masyarakat itu bagus buatku – sementara yg kategori ini kita lewati dulu) – tetapi arahnya jelas.

==

Yang tidak jelas adalah peran SBY di semua ini.
SBY adalah target akhir dari (setidaknya sebagian) gerombolan pansus ini kan? Tindakan2 SBY yg tidak membela SMI & Boed ini tidak segera nampak jelas.

Sekilas spt tidak nalar.
Seperti setiap kali kita melihat fenomena alam yg tidak ‘klop’ (spt mengapa buntut merak jantan sangat besar, di hutan hal itu jelas sangat merugikannya) – maka kita bisa belajar banyak ttg makluk yg melakukannya.

Si BuYa (ya – setelah di pikir2 — harus diakui demonstran yg membawa kebo dulu itu mempunyai insight ttg SBY 😀 – walo tidak semua yg di demonya ok) bukanlah makluk plontos spt MW atau HBB. Ada kompleksitas. Kita tahu Soe sangat kompleks, GD juga kompleks. SBY juga kompleks. Ada kompleks sunan-kuning, ada kram-tung. Lain2.

Hari2 ini kita melihat.
Jika Soe bisa membunuh golongan sendiri dan dipakai untuk memfitnah lawan (ini standar yg dipakai komunis maupun cia) — maka SBY dikenal bisa mengangkangi kemenangan kawan, dan menjual kawan untuk memeluk lawan.

Dalam dunia dengan kekuasaan lebih disperse spt sekarang, ilmu SBY ini bisa jadi lebih manjur daripada ilmu Soe (ya kita tidak tahu, apakah Putin bisa awet? prabowo tentu paling pengen tahu .. 😀 )

Tindakan SBY ttg SMI ini – dari permukaan seolah memberi kesempatan canggih pada SMI, tetapi sesungguhnya adalah move yg menolong diri sendiri — bisa disebut ‘masterpiece’ dari si buya ini. Mengapa? Karena sesungguhnya move jadi MD di BD ini benar2 move keatas bagi SMI — bukan dibuang. Secara pribadi aku sangat setuju SMI ke BD ini – suatu progress bagi karir SMI, dan uang halal setengah juta USD / th juga sangat sepadan bagi SMI.

Kesempatan kedepan, siapa tahu SMI bisa jadi apa tahun 2014 nanti? (bukan, bukan prez RI! maksudku karir internasional!)

Itulah yg pasti membuat SBY proud. Dia ‘menjual teman’ tetapi tidak sekasar dia membuat teman2 PD nya dulu. Ini adalah ciri SBY yg ternyata juga kuat. Walau dia sering menjual teman murahan, sesungguhnya jika mungkin dia ingin membantu mereka secara material atau lainnya (asal tetap yg utama paling menguntungkan bagi dirinya).

Watak SBY yg ‘mencari jalan tengah’ (di kudung kambrat2nya sebagai “win-win solution” yang biasanya artinya tidak bisa dibedakan dari makelar kasus ..). SBY /PD butuh dukungan partai besar, Golkar atau PDIP. Habis2an dia jilat2 PDIP, gagal karena emosi MW (yg juga sangat merugikan PDIP). Ke golkar dia ketemu partner dalam Ical.

Sayang Ical bakrie ini terganjal SMI. Negosiate2 gagal. Yang satu prinsipnya terlalu keras (SMI), yang satu taruhannya terlalu besar (kasus pajak 7T, kasus lapindo 33T …. belum yg belum terbongkar). Salah satu harus mengalah.

Sby ber-bulan2 terharu-biru. Oooh tuhanku, apa yg harus kulakukan. Ucapan wanandi ttg permintaan BD (nov 2009) benar2 jawaban langit. According to SBY.

==

Move2 minggu ini sangat cepat, SMI turun, ical naik ketua harian koalisi. Deal ini jelas sangat bagus bagi ical maupun golkar (tidak bagus bagi BS & mereka2 yg sudah
publicly committed ke pansus ..).

Ical selain bisa menarik future cash outflow yg trilyunan itu ke ‘more beneficial uses’ — juga bisa me leverage lagi control golkar ke koalisi, pemerintahan dan sby.

Sby dapat apa? stabilitas dari dukungan golkar -moga2 – sampai 2014. Ya 2014, karena jelas koalisi hasil jual-manusia beginian tidak akan langgeng. Bayaran ini sangat murah bagi ical. Practically gratis.

Mengapa SBY merasa ‘cukup’ ? Ini pertanyaan berikutnya. Short term benefits against long term losses. Inti dari aji mumpung, terutama jika status quo sudah profitable. Atau dari psikografis, ada orang2 yg merasa dirinya the-one, bahwa tuhan selalu melindungiku hari demi hari. Jual beli ke ical ini adalah ‘tangan-tuhan’ hari ini, besok ada lagi.

Ya. Ini adalah jual beli.
Ini ironi yg paling besar dari “satgas mafia hukum” nya SBY.
Jual beli kasus ical dengan dukungan politis ke PD ini — apa bedanya hal ini dengan yg dilakukan oleh Syahril Djohan? Atau Sigid?
Markus level tinggi tidak bisa dibedakan dari ….

==
Bacaan terahir ttg SBY adalah ini: semua ucapan2 idealistik ttg anti-korupsi dll itu tidak dia pahami benar2. Pada ujungnya kebo ini hidup dari hari ke hari, asal hari ini aku lebih baik (sugih, mukti, nyeleb) dari kemarin maka berarti tuhan memberiku jalan…

Seribu dua ribu tahun yg lalu, diktator raja spt ini mungkin memadai (daripada diktator yg makan orang ..) — saat ini 2010 sama sekali tidak.

Kembali pada ironi menyangkut SBY ini: orang ini jelas tidak qualified untuk memimpin negara ini — tetapi diantara pilihan2 yg ada (calon2 prez 2009 maupun tokoh2 politis saat ini) dia masih paling mendingan.

Minggu ini dia kehilangan ‘cakar naga’nya yg terpenting, SMI; — sedangkan cakar macan nya, KPK juga mulai buntung; cakar-setan nya – densus88 — mulai tidak relevan.

Yang kususahkan dari SBY ini – pikiran untuk mencelakakan dirinya akan lebih mencelakakan rakyat Indonesia. Jadi, teman2 — jangan berpikir untuk mencelakakan SBY. Musuh2 bangsa ini adalah bedebah2 palsu yg ada disekitar pemerintahan.

Lihat saja, membangun gedung DPR 1.8T ?? Untuk tujuan komisi proyek ini mereka2 sampai menyebar fitnah gedung miring 7 derajad ?? (padahal pisa cuma 3.9 ??).
Manusia2 macam apa mereka ini? Jika kita katakan SBY rendahan, maka bagaimana mereka2 ini? menyebar fitnah tanpa merasa bersalah sama sekali. Bakunisme = melakukan kejahatan publik tanpa malu sama sekali, seperti yg dilakukan misbakun anggota dpr PKS: setelah merampok century, memimpin pansus untuk memfitnah!
Bakunisme ini kejahatan yg luarbiasa nista, dan sekarang populer …

Sayangnya, dunia nyata tidak peduli apakah SBY rendah atau tinggi. Masyarakat yg gagal adalah masyarakat yg tidak berhasil menerapkan prinsip2 kemasyarakatan yg berhasil — apapun alasannya.

Selamat jalan SMI!
Time to think for yourself and humanity in general …

Categories: Uncategorized Tags: