Archive

Posts Tagged ‘SMI sri Indonesia demokrasi masa depan’

Sri Mulyani & Kepemimpinan Indonesia

May 19, 2010 1 comment

Kuliah umum SMI kemarin merinci apa yg terjadi di negara ini.
Koalisi (“kawin sesama jenis”) SBY dengan ical memang menjadi landasan utama kegagalan negara ini. Ancaman negara berkembang adalah: 1) diktator militer 2) diktator agama 3) oligarki penguasa-pengusaha (Pp).

Tipe 1 adalah standar yg kita pahami jelas dari jaman soeharto. Jaman Marcos, shah iran dllsb
Tipe 2 versi islam fundamentalist adalah ancaman dari al-qaeda sampai kesultanan saudi. ini ancaman sangat serius, yg untungnya ditangani oleh densus88 dengan relatif cukup (tidak optimal tetapi sangat memadai). Jelas contoh2 negara2 yg mengalami krisis ini, dari yg sudah final sampai yg ‘masih usaha’, di Mesir, sampai Somalia.
Tipe 3 adalah yg dari dulu relatif dianggap ‘agak aman’. Sekarang naik daun. Contoh paling jelas adalah Thailand masa kini. Thaksin adalah pengusaha-penguasa (Pp) yg sukses menghancurkan negaranya. Aku ajukan skenario: 2014 ical (atau kroni nya) naik jadi presiden, tahun 2016 gerakan oposisi menjungkalkan dia (tidak susah, karena selain oposisi pasti ada juga bukti2 korupsi akan mudah didapat) – spt Thaksin. 2018 balik ngobok = thailand 2010.

Skenario lain adalah kombinasi, Putin rusia misalnya, kombinasi 1-3. Di Indonesia relatif ‘mudah’ mengkombinasi 1-3 bahkan 1-2-3.

Ini yg harus di waspadai.
Dulu kurasa Sby pimpinan (temporer) Indonesia yg lumayan, karena dia relatif imun dari tipe 1 & 2. Terutama karena watak2nya yg militer pengecut, tanpa modal dan non-fundie. Ternyata dia tidak imun dari 3. Kurasa Sby tidak akan jadi diktator – tetapi sangat mungkin dia membuka jalan / memberi kesempatan pada oposisi yg tipe 3 ini.

One way or another, korban sesungguhnya bukanlah elit2 itu (mereka tinggal minggat ke LN, spt kambrat2 soeharto & HBB) — tetapi rakyat Indonesia, terutama ekonomi nya.

Orang spt SMI adalah harapan rakyat Indonesia.
Wawancara Wimar & Kristiadi di Metro siang hari ini (19/5/10) menggaris bawahi pemikiran ini. SMI adalah pencerahan kita – Kartini modern.

Ada cara hidup yg tidak menjilat2 pantat jenderal, ulama atau orang kaya — cara hidup beradab, modern dan bebas berlandaskan kesejahteraan bersama. Itu harus menjadi landasan negara modern, negara ada untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk mengangkat satu klan jadi perompak2 kaya …

Untuk itu, mundurnya SMI ini jadi setback jika kita semua menganggapnya begitu – dan melupakan nilai2 yg dijunjung SMI. Tetapi bisa menjadi kemenangan besar (bukan hanya untuk SMI pribadi – yg kuyakin memang benar kemenangan spt ucapan SMI) bagi rakyat Indonesia , jika kita menjadi sadar apa sesungguhnya yg kita cari dari bernegara.

Orang macam apa yg seharusnya kita dukung menjadi pejabat publik. Bukan kaya bedebah2 di DPR saat ini, pansus centuri itu – orang2 nya — cuih najis. nJeplak soal rakyat, orang yg sama mengkorup LC — lalu mengajukan proyek gedung DPR 2 trilyun penuh kolusi. Masih lagi nambah “minta jatah APBN” beberapa trilyun.

Mereka manusia2 rendah, walau kaya.
Yang kita butuhkan – memang mereka2 yg spt SMI (atau SMI sendiri, jika memungkinkan).

Selamat jalan SMI – trip to Washington ini adalah the break that you really deserved. Prestige, prestasi, exposure, salary tinggi – semuanya ini hak mu.
Rakyat Indonesia memang harus upgrade diri untuk tidak deserve jadi negara kere spt Somalia ……….

Mulai dengan memilah2 pimpinannya.